Tampilkan postingan dengan label Poem For Love. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Poem For Love. Tampilkan semua postingan

Jumat, 09 Oktober 2009

To Put It Simply, I Want You

To Put It Simply, I Want You
I want to be your companion
and walk hand in hand,
your strength enveloping mine.
Autumn leaves falling,
scuffing feet and laughter,
sharing nights, not finished by the dark.

I want to be your confidant
as you pen your deepest
thoughts, as your heartaches
bleed and finally break free.
Your dreams, I keep as if my own.
I want to smile as you smile
and giggle with you
at nothing at all.

I want to be your lover
and find the passions
that move you to action.
I want to be the softness
that induces you to trust.
I want to be the naughty
that makes you come back for more.
I want to please you.

I want to share your breakfast
and your dinner,
I want you in the shower
and in your bed and
with soft steps to bring you coffee
(I take mine black)
Your strong arms, the legs
that power your thrust,
your lips of pleasure,
these are the fuel of my desire

no it is no secret, my love,
and to put it very simply,
I want you.

Long Distance Love

Long Distance Love
When it hurts so bad,
why does it feel so good?
I wish this all made sense,
I wish I understood.
Not having you here with me is tearing me up inside,
but I can't stop thinking about you no matter how hard I try.

You know how I feel about you,
and I know I want to spend the rest of my life with you,
but it's so hard to do when I can't even be next to you.
Why does it gotta be so complicated?

Loving you feels so right,
but at the same time,
knowing I can't have you keeps me awake at night.
I just want this to be simple,
I just want you here with me,
to look into your eyes,
be held in your arms...then I'd truly be happy.

Right now this distance between us is out of our control,
but I'm still hoping one day soon,
I'll get what I'm wishing for.

Minggu, 13 September 2009

Aku… Akan menunggumu…

Aku… Akan menunggumu…

Ingin ku segera memelukmu…

Membawamu tuk iringi langkahku…

Namun tak berhak aku…

Dan takkan kupaksakan itu…

Kau masih belum milikku…

Belum jadi kekasihku…

Dan ku belum jadi bagian hidupmu…

Belum jadi satu yang selalu mengisi hatimu…

Meski terasa lelah aku bertahan…

Aku akan terus menahan…

Segala kerinduan…

Dan hasrat yang tak terucapkan…

Kau bagai bulan…

Bersinar terangi gelap malam…

Terlihat oleh mataku tanpa penghalang…

Namun kau sulit tergapaikan…

Tapi aku pasti bertahan…

Karena kau tlah memberiku harapan…

Akan cintamu yang hampir mustahil tergapaikan…

Meski kutahu tak semudah itu tuk menggapaimu…

Karena yang inginkan kau bukan hanya aku…

Engkau putri raja yang didamba…

Banyak yang pangeran dan kesatria yang mencoba menggapaimu…

Sedangkan aku hanya prajurit tak bernama bagimu…

Ya… Aku memang prajurit tak bernama…

Tak sekuat kesatria…

Tak semenawan pangeran…

Hanya seorang pemimpi dengan sepenggal puisi saja…

Namun aku pasti menunggumu…

Menunggu jawaban dari cintaku…

Meski lelah aku…

Meski tipis harapanku…

Aku pasti kan menunggumu…

Maaf

Sayang…………………

Maaf jika untai kataku buraikan mimpi kita

Aku ingin jujur tentangnya

Seorang yang datang saat kau ada

Saat ku bermuka dua dan berbagi cinta

Aku tersadar

Sayang……………………

Ini bukan salahku dan salahmu

Kuhanya melanjut hidup yang tergaris didahiku

Hidup yang mengantarku padamu dan dia

Ia sungguh sederhana

Ia beri angin sayapku tuk mengepak tanpa minta dahan tuk balasan

Ia beri telinga saat kuingin berbagi tentang segala yang kulalui hari ini

Ia beri aku bicara yang bisa tenangkan badai samudra

Ia beri aku perlindungan hanya dengan sejumput senyuman

Semua ada saat kau berkubang dalam harimu yang perlahan membenam hadirku

Ya, aku tlah berkhianat padamu

Kubagi cinta yang dulu sepenuhnya mulikmu

Kini kuingin jujur padamu

Dia telah ambil tempat dihatiku dan mensemayamkan dirimu

Maaf……………….

Dalam damai aku membencimu

Dalam damai aku membencimu

untuk bait kata-katamu..aku memberimu pujian
kau melempariku dengan cemoohan..
aku diam

kemanapun kujumpai segara
disana kau mengejar bayanganku
meski kutahu pasti
kau tak akan pernah sampai
di tempatku
tapi aku tak akan pernah mencemoohmu
mulutmu lebih besar
daripada tabir di wajahmu

maaf jika aku terpaksa mencibir hatimu
yang kutahu menyimpan dengki
pada kedua sayap yang kumiliki

sayang satu hal yang kau tak tahu
buatku dan mereka yang kauludahi itu
kau hanya seorang wannabe
menelungkupkan ego
di duniamu bagai katak dalam tempurung
mencerca siapapun yang tak mampu terus memujimu

satu teguran untukku
di atas langit masih ada langit
kebencianmu tak bisa surutkan siapapun
dalam damai aku membencimu


http://www.puisi.org/2009/06/01/dalam-damai-aku-membencimu/

Selasa, 01 September 2009

Puisi Cinta

An Entrapment

My love, I have tried with all my being
to grasp a form comparable to thine own,
but nothing seems worthy;

I know now why Shakespeare could not
compare his love to a summer’s day.
It would be a crime to denounce the beauty
of such a creature as thee,
to simply cast away the precision
God had placed in forging you.

Each facet of your being
whether it physical or spiritual
is an ensnarement
from which there is no release.
But I do not wish release.
I wish to stay entrapped forever.
With you for all eternity.
Our hearts, always as one.